Gawat … 62,7 persen siswi SMP tak perawan
by admin on Feb.05, 2010, under Efek
Wawasan Digital : Semarang – Para orangtua diimbau untuk mengawasi dan memperhatikan kondisi perkembangan psikologis anak, terutama ketika telah mengenal jatuh cinta. Pasalnya dalam kondisi ini anak akan mudah terjerumus dalam lembah seks bebas, jika tak mendapatkan pembinaan dan pengetahuan mengenai seksologi yang tepat.
Terlebih dari hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Komnas Perlindungan Anak terhadap 4.500 pelajar SMP-SMU, menunjukkan 62,7 persen pelajar SMP mengaku sudah tidak perawan, dan 21,2 persen pelajar SMU mengaku pernah aborsi. Data ini terungkap dalam seminar seksologi bertemakan ”Sex : love or lust, the Story of Amnon and Tamar”, yang diselenggarakan oleh Bina Bangsa School di gedung Jangli, Semarang, Jumat (29/1) kemarin.
Seminar tersebut menghadirkan pakar seksologi dan psikologi anak dari Surabaya, Dr Andik Wijaya Mrep Med. Ia mengemukakan disaat anak mulai mengenal jatuh cinta, hormon mereka mulai tumbuh, ini wajar namun perlu diawasi dan diberikan pemahaman mengenai perbedaan antara cinta, seks, dan nafsu.
’’Perlu diawasi bagaimana pergaulan anak, saat mereka telah mulai jatuh cinta, karena teman mereka selain memberikan hal yang positif, tak jarang mereka juga memberikan dukungan negatif, inilah yang perlu diwaspadai,’’ kata Dr Andik.
Karena terjerumusnya anak banyak disebabkan oleh salah pergaulan. Dr Andik menganalogikan dengan kisah Amnon dan Tamar dalam Samuel Bab 13 ayat 1-39 Kitab Perjanjian Lama.Dalam kisah tersebut diceritakan Amnon menyukai saudaranya sendiri Tamar.
Saran
Perasaannya itu kemudian diceritakan kepada temannya, Yonadab, hingga akhirnya diberikan saran untuk bertindak sesuatu (memperkosa) suadarinya tersebut. Menurutnya kisah ini bisa memberikan contoh bahwa teman terkadang bisa memberikan hal-hal yang baik, namun terkadang hal buruk bisa terlontar dari mereka.
Sementara Principle of BBS Semarang, Yuliana Puspitasari mengatakan bahwa seminar ini penting diadakan untuk membimbing siswa dan bakatnya.Terlebih anak-anak modern saat ini telah mulai mengenal istilah pacaran, sehingga perlu untuk dibimbing.
’’Untuk itu bidikan kami adalah siswa mulai dari kelas 5 hingga tingkat SMA. Hari pertama kami adakan untuk para siswa dan hari kedua untuk para orang tua dan guru-guru di luar BBS yang konsen dengan dunia anak,’’ tukasnya. mun—Ks




No Comments