Situs P:orno Mulai Diblokir
by admin on Jan.29, 2010, under Pemerintah
Pemerintah China Blokir 726 Situs P:orno dan Kekerasan Seksual
Beijing, (19 Jan 2009) – Pemerintah China kembali telah memblokir 244 situs p:orno sepanjang minggu kemarin, sehingga total situs yang telah diblokir menjadi 726 situs sejak 5 Jan 2009 silam. Sebelumnya, tanggal 11 Januari pemerintah China telah memblokir 91 situs p:orno dan cabul.
Tindakan tegas untuk membersihkan situs-situsnya dari hal yang berbau p:orno dan kekerasan merupakan salah satu usaha pemerintah China melindungi perkembangan mental dan moral generasi mudanya. China sadar betul bahwa pemerintah selagu otoritas pelaksana regulasi memiliki peran penting.
Sepertiga dari website yang ditutup merupakan situs yang tidak teregistrasi di Departemen pemerintah dan melanggar undang-undang dah hukum tentang regulasi penyebaran pornografi, ungkap Biro Operasi Khusus Penanganan Situs P:orno dan Kekerasan Seksual.
China melalui Dewan Informasi Negara, Kementerian Keamanan Publik dan Kementerian Kebudayaan, bersama 4 instansi pemerintah lain selama sebulan ini melakukan kampanye pembersihan situs Internet yang berbau p:orno.
Indonesiaku
Meskipun berita serupa dan kritikan telah ditulis dan diberitakan di media, pemerintah saat ini masih duduk ditempat tidak melakukan tindakan serius terhadap pornografi yang telah menyebar luas ke anak-anak dan remaja.
Walaupun pemerintah pusat terkesan lamban, beberapa pemerintah daerah melalui polres dan polda telah melakukan upaya pembersihan di level bawah, seperti penggrebekan warnet-warnet yang secara sah memberi pelayanan pornografi kepada pelanggan di Surabaya, 19 Januari 2009.
Tidak bisa dipungkiri, pembersihan level bahkan masih tebang pilih. Sehingga solusi yang tepat adalah ketegasan dari pemerintah pusat menghapus pornografi dari level teratas, yakni implementasi regulasi terhadap penyebaran situs, DVD, dan majalah p:orno. Pemerintah pusat harus memberi contoh, sehingga pemerintah daerah bisa mengikutinya dengan cepat.
Nusantaraku, 20 Januari 2009
Sumber : Xinhua News Agency




No Comments